AYUH
PEMUDA!!
PEMUDA adalah usia berharga dalam
kehidupan seseorang manusia . Masa muda merupakan fasa dalam pertumbuhan
fizikal dan mental manusia. Dalam peringkat usia muda kemampuan manusia berada
di puncaknya. Subhanallah, sedarlah
sahabat sekalian ini adalah nikmat Allah yang seharusnya dimanfaatkan
dengan sebaik-sebaiknya untuk amal kebaikan guna meraih redha Allah Ta’ala.
CABARAN
PEMUDA
Sedarlah sahabat sekalian, bersamaan
dengan itu, masa muda adalah masa yang penuh dengan godaan untuk memperturutkan
hawa nafsu. Seorang pemuda dalam fasa pembangunan fizikal dan mental, banyak
mengalami cabaran dalam pikiran maupun jiwanya dan ini sering menyebabkan
PEMUDA mengalami keguncangan dalam hidup. Menurut Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya Pemuda Muslim Dalam Menghadapi Cabaran Masa Kini menyatakan 5 jenis
cabaran yang dihadapi oleh PEMUDA MUSLIM
a)
Cabaran
syaitan dan hawa nafsu.
b)
Cabaran
serangan pemikiran.
c)
Cabaran
keruntuhan akhlaq.
d)
Cabaran
kerajaan sekular.
e)
Cabaran
putus asa dalam kerja Islam.
MOTIVASI
KEPADA PEMUDA
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Ada tujuh golongan manusia yang
akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari yang tidak ada
naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya: …Dan seorang pemuda yang tumbuh
dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah …”(Riwayat
Bukhari dan Muslim)
Hadis yang agung ini menunjukkan
betapa besarnya perhatian Islam terhadap hal-hal yang mendatangkan kebaikan
bagi seorang PEMUDA MUSLIM sekaligus menjelaskan keutamaan besar bagi seorang
pemuda yang memiliki sifat yang disebutkan dalam hadits ini.
Imam Abul ‘Ula al-Mubarakfuri
berkata: “(Dalam hadits ini) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengkhusukan (penyebutan) “seorang pemuda” karena (usia) muda adalah (masa
yang) berpotensi besar untuk didominasi oleh nafsu syahwat, disebabkan kuatnya
pendorong untuk mengikuti hawa nafsu pada diri seorang pemuda, maka dalam
kondisi seperti ini untuk berkomitmen dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah
(tentu) lebih sulit dan ini menunjukkan kuatnya (nilai) ketakwaan (dalam diri
orang tersebut)”
BIMBINGAN ISLAM UNTUK PEMUDA
Syaikh Muhammad bin Shaleh
al-‘Utsaimin berkata, “Sesungguhnya masalah (di kalangan) para pemuda sangat
banyak dan bermacam-macam, karena manusia di masa mudanya akan mengalami
pertumbuhan pada fizikal, mental dan akalnya. Masa muda adalah masa
pertumbuhan, sehingga timbullah perubahan yang sangat cepat (pada dirinya).
Oleh karena itulah, dalam masa ini amat diperlukan persedianya sarana-sarana
untuk membatasi diri, mengekang nafsu dan pengarahan yang bijaksana untuk
menjalani jalan yang lurus”..
Kemudian syaikh al-‘Utsaimin
menjelaskan cara-cara untuk memperbaiki ahklak para pemuda berdasarkan petunjuk
agama Islam di antaranya adalah:
1. Memanfaatkan
masa terluang dengan sebaiknya.
Masa terluang boleh menjadi satu penyakit
yang boleh membinasakan mental dan juga fizikal manusia. Jika diri seseorang
manusia itu tidak mengisi masa luang dengan benda yang bermanfaat maka akalnya
akan beku dan buntu berfikir. Diri seorang pemuda juga akan lemah kerana kurang beraktiviti.
Implikasi daripada itu hatinya akan dipenuhi dengan benda –benda negatif malah
terkadang akan melahirkan keinginan yang kotor.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Ada dua nikmat (dari Allah Ta’ala)
yang kurang diperhatikan oleh banyak manusia (yaitu) kesehatan dan waktu luang”.
Untuk mengatasi hal ini, hendaklah
seorang pemuda itu berupaya untuk mengisi masa
terluang dengan kegiatan yang sesuai dan bermanfaat seperti membaca,
menulis, atau kegiatan lainnya, untuk mengisi kekosongan waktu dan melatih diri
menjadi anggota masyarakat yang berbuat kebaikan untuk diri dan orang lain.
2. Memilih teman yang baik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Seorang manusia akan mengikuti agama teman
dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan
teman dekatnya”.
Dalam hadits lain, baginda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Perumpamaan teman duduk (bergaul) yang baik
dan teman duduk (bergaul) yang buruk (adalah) seperti pembawa (penjual) minyak
wangi dan peniup al-kiir (tempat menempa besi), maka penjual minyak wangi
bisa jadi dia memberimu minyak wangi, atau kamu membeli (minyak wangi) darinya,
atau (minimal) kamu akan mencium aroma yang harum darinya. Sedangkan peniup al-kiir
(tempat menempa besi) bisa jadi (apinya) akan membakar pakaianmu atau (minimal)
kamu akan mencium aroma yang tidak sedap darinya”.
Hadits yang mulia ini menunjukkan
keutamaan bergaul dengan orang-orang yang baik akhlak dan tingkah lakunya,
kerana pengaruh baik akan timbul apabila bergaul dengan mereka. Hadith ini juga
menunjukkan larangan bergaul dengan orang-orang yang buruk akhlaknya dan pelaku
maksiat karena pengaruh buruk yang ditimbulkan dengan selalu menyertai mereka.
Oleh karena itu, hendaknya seorang
pemuda harus berusaha mencari teman yang baik dan shaleh serta berakal, agar dapat
mengambil manfaat darinya. Maka hendaknya seorang pemuda mempertimbang keadaan
orang-orang yang dijadikan teman bergaul dengan meneliti keadaan dan akhlak
mereka.
3. Memilih sumber bacaan yang baik
dan bermanfaat
Membaca sumber-sumber bacaan yang
merosak, baik berupa artikel, surat kabar, majalah dan lain-lain, boleh
menyebabkan kerosakan akidah dan agama seseorang, menjerumus ke jurang kebinasaan, kekafiran dan
keburukan akhlak. Khususnya jika pemuda tersebut tidak memiliki latar belakang
pendidikan agama yang kuat untuk dapat membedakan antara yang benar dan yang
salah, serta yang bermanfaat dan membinasakan.
Untuk mengatasi masalah ini,
hendaknya seorang pemuda menjauhi sumber-sumber bacaan tersebut, dan beralih
kepada sumber bacaan lain yang akan menumbuhkan dalam hati kecintaan kepada
Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta menyuburkan
keimanan dan amal shaleh dalam diri. Perlulah seseorang pemuda bersabar dalam melakukan semua itu, karena
hawa nafsunya akan mengarah keras untuk membaca bacaan yang telah biasa dibaca,
dan menjadikannya bosan serta jenuh untuk membaca bacaan yang lebih bermanfaat.
Ibaratnya seperti orang yang berusaha melawan hawa nafsunya untuk melaksanakan
ketaatan kepada Allah, tapi nafsunya enggan dan selalu ingin melakukan
perbuatan yang sia-sia dan salah.
Sumber bacaan bermanfaat yang paling
penting adalah al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang berisi riwayat-riwayat
tafsir yang shahih dan penafsiran akal yang benar. Demikian juga hadits-hadits
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian kitab-kitab yang
ditulis oleh para ulama ahlus sunnah berdasarkan dua sumber hukum Islam ini.
Penutup
Demikianlah, semoga aktikel bermanfaat
dan menjadi motivasi bagi kaum muslimin, terutama para pemuda, untuk mengusahakan
kebaikan bagi diri dan membiasakan diri untuk selalu menetapi amal shaleh dan
ibadah kepada Allah Ta’ala, agar mereka termasuk ke dalam golongan
orang-orang yang mendapatkan keutamaan dan kemuliaan besar dari Allah Ta’ala,
sebagimana dalam hadits-hadits yang tersebut di atas.
*Terjemahan artikel asal "Pemuda yang Mendapat Naungan Allah" (Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA)
Tiada ulasan:
Catat Ulasan